Senin, 13 Juli 2009

K R D = Kereta Ramai yang bikin Deg-degan


Bahaya! Bahaya! Loba beurit, bahaya!
(Bahaya! Bahaya! Banyak tikus, bahaya!)


Itu salah satu ucapan yang dilontarkan pedagang racun tikus di kereta komuter kelas ekonomi alias KRD (Kereta Rakyat Daerah) jurusan Cicalengka (Bandung) – Padalarang (Cimahi). Akomoda yang betul-betul merakyat. Cukup 1000 rupiah sudah bisa naik KRD. Bahkan bisa gratis lho! Kalau lagi penuh banget, ngga sedikit penumpang yang berkelit saat sang kondektur memeriksa karcis.

KRD ramainya luar biasa. Bukan hanya penuh sesak oleh penumpang. Beraneka macam dagangan dijejali di sini. Buah-buahan misalnya. Kalau lagi musim salak, salak bisa dijual 1000 rupiah per 30 biji!!!! Tapi kecut sih, namanya juga murah meriah… Pernah juga waktu musim jeruk mandarin diobral. Karena penumpang KRD rata-rata berpenghasilan menengah ke bawah (termasuk gw), umumnya mereka sengaja mencari dagangan yang harganya di bawah harga pasar. Gw pernah beli jeruk mandarin seharga 2000 rupiah per kantong (isinya 15 biji jeruk mandarin kecil). Wah bener-bener ketipu. Sebagian besar sudah hampir busuk, ngga layak makan sama sekali.

Ada yang jual tambalan panci, kaitan hordeng, benang sol, rokok udah pasti.. ada juga air kehidupan eh air mineral, ketan bakar, jalabria ketan (kayak gimana ya rasanya?), comro lemet (makanan khas sunda dari singkong berisi oncom versi mini), kaos kaki, tahu Sumedang, bacang, lontong, telor puyuh, aneka permen, bakso goreng, krupuk kulit, kacang kulit, keripik singkong, keripik pisang, kacang polong, asesoris HP, jepit rambut, mainan anak, TTS, perdana seluler....

Fren, betapa gigihnya bangsa kita ini, mereka ngga ragu menjajakan dagangannya. Kebutuhan ekonomi menjadi maharaja motivasi abadi milik orang-orang kecil. Terpampang tulisan ”KP3 76102, Kelas Ekonomi, 138 Penumpang” di atas pintu gerbong. Kapasitas satu gerbong 138 penumpang, tapi seringkali KRD tua ini mengangkut lebih dari itu. Penumpangnya bejubel, pedagangnya ngga mau ngalah. Mereka tetap semangat ‘45. Semangat yang kayak gini yang perlu kita tiru….

Kalau ngga mau terusik sama pedagang yang berseliweran, disarankan naik kereta patas yang harga karcisnya lima kali lipat harga karcis KRD, atau naik KRD tapi di atas gerbong. Asik kayaknya, bisa sambil ngobrol, liat pemandangan bebas, ngga bau sama penumpang, udah gitu ngga perlu takut ada pemeriksaan karcis…

Penumpang KRD berasal dari berbagai kalangan. Pedagang di pasar, karyawan, pegawai kantoran, ibu-ibu rumah tangga dan anak-anaknya yang cuma mau jalan-jalan, salesman, guru, pejabat pemerintah, mahasiswa sampai dosen komplit. Pedagang, pengamen, pengemis turut meramaikan hari-hari KRD uzur yang hampir-hampir ngga terawat. Off the record, diam-diam bergentayangan oknum berotak kriminal. Perlu kewaspadaan yang ngga main-main karena bukan hanya satu atau dua orang, seringkali bahkan satu komplotan ikut beraksi. Paling benci gw kalau gerbong udah penuh sesak, pria-pria yang seharusnya mengalah sama kaum hawa justru mendesak, merangsek, kadang-kadang hampir mendorong jatuh penumpang perempuan yang berdiri di depan bangku kereta. Biasanya yang kayak gini bisa jadi salah satu modus operandi dari orang-orang yang wajib dicurigai. Fren, seandainya bisa milih, kalau emang belum biasa, gw saranin lebih baik cari akomoda lain.

KRD bukan cuma Kereta Ramai peDagang, tapi juga Kereta Ramai yang bikin Deg-degan. Tapi fren, jangan sampai jadi phobi ya, cobalah sesekali rasakan sensasinya. Suatu saat kamu bisa ceritain ke orang-orang kalau kehidupan itu bukan cuma bangun pagi, bergegas ke tempat kerja/sekolah terus istirahat siang, setelah sore menjelang kembali ke rumah dan malam datang terlelap hingga pagi menyapa. Berulang dan berulang seperti itu. Berlebihan ngga ya gw, tapi menurut gw ini hal yang seru. Awalnya bikin deg-degan karena takut dicopet, berdesak-desakan dengan puluhan bahkan ratusan penumpang yang ngga jelas, tapi percayalah itu akan jadi unforgetable moment.

* * * *

Minggu, 12 Juli 2009

TAMAN HATI


Aku tiba di taman imajinasiku
Sendiri bersama sepi di bukit kehampaan
Memandang cahaya di cakrawala khayal
Aku berdiri tepekur, kaku dengan mata berkaca-kaca
Mengapa aku diam terpana memandang jagat raya
Aku kagum, aku takjub dalam kedalaman makna
Tiap aku memandang horison di cakrawala
Kutemukan alur-alur penciptaan
Tiap aku meniti titian jalan bintang
Aku melihat keagungan ciptaan-Nya
Aku merasakan kehadiran-Nya begitu syahdu
Begitu tenang merayap dan merasuk pelan dalam qolbu
Oh Tuhan…….terasa hangat jiwaku ini
Terasa nikmat sukma ini Kau sentuh dengan jemari rahmat-Mu
Kini aku sadar mengapa aku lahir di dunia yang fana
Kini aku tahu mengapa aku berdiri di tengah angan-angan fatamorgana
Tanpa terasa, semilir angin kesejukan menutup pandanganku membawa serta makna yang hakiki.


Puisi indah dari seorang sahabat, M. Asril Rifai (hatur nuhun kang!)

Jumat, 10 Juli 2009

GITAR


Gitar adalah sejenis alat musik yang cara memainkannya dengan dipetik. Gitar pertama kali ditemukan bangsa Spanyol dan Moor kurang lebih 5000 tahun yang lalu. Gitar terdiri dari enam buah dawai atau senar yang terbuat dari nylon, sejenis plastik ataupun dari baja. Tabung suaranya terbuat dari kayu, yaitu kayu rosewood. Kayu tersebut digunakan untuk bagian samping dan belakang. Untuk bagian atasnya terbuat dari kayu Cemara. Bilah papan nada dari kayu hitam dan diperkuat oleh kayu Mahoni. Untuk sentuhan akhir dipergunakan vernis agar mengkilap dan menarik.

Alat musik gitar adalah salah satu jenis alat musik yang sangat dominan dalam menciptakan suatu karya seni khususnya dalam seni musik. Hanya dengan gitar saja, seseorang dapat berekspresi menciptakan suatu lagu maupun melantunkan sebuah lagu tanpa memerlukan bantuan alat musik yang lain. (Dikutip dari “Trik Mudah Bermain Gitar” by. Sotya S

* * * *

Kamis, 09 Juli 2009

LOGIS


Apa sih logis? Hmmh. Sebener’y ngga tau apa arti’y secara bahasa. Buat gw yg awam, logis itu b’arti masuk akal. Hal2 yg bisa dicerna sama otak disebut logis, sementara yg lain’y qt sebut illogis. Simpel kan? Ok, sekarang qt ambil contoh. Ada orang pengen banget bisa naik motor padahal dy sama sekali ngga bisa naik sepeda. Kalo orang itu belajar dengan gigih, ngga gampang nyerah, dy pasti bisa. Make sense kan? Yg ngga logis itu kalo keinginan dy gede tapi sama sekali ngga mau b’usaha u/ mewujudkan keinginan’y. Gimana mau bisa?? Gw sepakat dengan pendapat Bong Chandra (motivator termuda Asia), suatu kondisi ditambah dengan adanya reaksi terhadap keadaan tersebut maka akan ada hasil sebagai implikasinya..

Nah, pertanyaan’y sekarang, apa semua hal bisa diukur tingkat logikalitas’y (bahasa mana tuh??)… Menurut gw sih ngga. Seseorang pernah bilang ke gw kalo di dunia ini ada hal2 yg ga bisa dimengerti sama kerja otak. Hmmh. Boleh juga tuh pendapat’y… Emang bener kan, coba deh perhatiin, dari sisi materi contoh’y, banyak orang2 berasal dari keluarga b’penghasilan pas2an tapi berhasil m’biayai anak2’y sampai ke bangku kuliah. Contoh lain, gw yg b’penghasilan di bawah standar UMR untuk lulusan Strata 1, masih bisa menyisihkan anggaran untuk beli buku, chatting di facebook & keperluan sekunder lain. Walao emang belum sanggup mulang terima ke ortu (curhat abis).

Otak manusia adalah sesuatu yang ada dalam tengkorak kepala. Benda ini dikelilingi dengan tiga lapis selaput yg dijaring dengan rajutan urat saraf yg jumlah’y ga terhitung, kemudian saraf tersebut dihubungkan ke seluruh indera & bagian tubuh manusia. Berat otak manusia dewasa mencapai 120 gram. Otak tersebut menghabiskan 25% oksigen yg diperoleh dari kedua paru2. Para saintis telah berkesimpulan melalui eksperimen yg dilakukan dengan menggunakan alat elektronik pengukur kerja otak, bahwa otak merupakan organ yg berfungsi untuk berpikir. Melalui alat tersebut dapat diketahui, bahwa ketika seseorang sedang berpikir, grafik yg tertulis pada alat tersebut akan naik. Sebagian saintis bahkan telah sampai pada kesimpulan, bahwa mencapai tidak kurang dari 90 juta informasi. Inilah keunikan otak manusia yg tidak dimiliki oleh otak hewan. Otak manusia itu canggih, tapi tetep aja terbatas. Bener ngga?

Orang b’buat salah itu logis, karena manusia memang tempat salah dan lupa. Bahkan yg t’kuat di antara qt pun bisa melakukan kesalahan (ini gw kutip dari novel Twilight. Ih masa kutipan’y dari novel??…). Akan jadi ngga logis kalo orang yg b’buat salah itu mengulangi terus kesalahan yg sama. Tapi sekali lagi, kalo menurut gw sih untuk sementara ngga apa-apa, coz ngga semua hal bisa dimengerti sama kerja otak. Dan lagi setiap orang pasti punya sisi kelam. Yaaa, qt tinggal doain aja, mudah2an orang itu cepet2 sadar. Sukur2 kalo qt bisa ngingetin…

Gimana dengan cinta? Waduh… hari gini ngomongin cinta? Tapi ga apa2, cinta itu kan bagian dari karunia kehidupan, setiap manusia normal juga pasti ngerasain (ngga pernah abis kalo ngomongin cinta). Kata orang tua yg lebih banyak pengalaman, cinta seringkali m’butakan akal pikiran orang yg sedang jatuh cinta. Gubrak! Apa iya sedalem itu? May be…. Gara2 jatuh cinta, orang bisa ngedadak illogis. Kalo kata Agnes Monica mah “Tak Ada Logika”!!!! Termasuk dalam memilih pasangan. Apalagi (ini kata orang lho ya!) kalo ketemu cinta sejati. Waaah, jadi tiba2 salah tingkah….. maksud hati jaga image, kok malah mati gaya?? :_p

* * * *

Senin, 06 Juli 2009

KONYOL !!

Pernah ngga sih ngerasa jadi orang paling bego? Bukan karena ngga bisa ngejawab rumus itung2an waktu di sekolah, tapi karena qt pernah ngelakuin hal yg kalo dipikirin secara logic tuh sebener’y ngga penting. Gw pernah, atao lebih tepat’y sering…. Hmmmh….

Dulu gw sering ngalamin yg nama’y nervous. Gw kan dulu pendieeem banget. Jarang begaul, dipingit mulu. Mau maen, ngga boleh, mau kerja kelompok bareng temen2 eh dijemput disuruh cepet2 pulang… Maka’y waktu awal2 belajar b’sosialisasi dgn orang banyak, gw langsung ngerasa ngga nyaman. Salah tingkah, rigid, tau2 ngelakuin hal yg harus’y ngga dilakuin & akhir’y matilah gaya gw…

Sumpah, konyol! Tapi itu dulu, sekarang gw udah mulai bisa ngendaliin diri. Ehm, apa iya??? Ya nama’y sedang dalam proses pembelajaran untuk tampil menjadi lebih dewasa. Sah-sah aja kan kalo di tengah perjalanan gw tiba2 melakukan kekonyolan yg sebener’y ngga gw harapkan tapi (ya mau gimana lagi) ternyata gw lakukan…. Walao untuk sesaat gw ngerasa jadi orang paling bodoh seantero jagat. Heh, b’lebihan ga sih gw? 

Tadi’y gw mau ceritain kekonyolan gw di sini, yg nama’y kekonyolan kan beda sama kesalahan, orang kalo ngedenger cerita kekonyolan temen’y pasti bisa sampe ngakak, karena biasa’y kekonyolan itu identik dengan sikap2 culun qt (walao kadang sakit juga hati ini pas ngebayangin). Gw pengen banget share, tapi ga di sini deh, coz itu sama aja dengan melakukan kekonyolan gw yg berikut’y dong. Arti’y gw bukan’y tambah dewasa, malah jadi kyk ABG lagi aja… Hehe

So??? Sekarang gw cuman pengen b’refleksi, introspeksi. Ciee gaya amat?? Iya, gw butuh lebih banyak pencerahan supaya gw bisa jauh lebih dewasa dalam b’pikir & b’sikap. Gw ga mau selama’y ngerasa jadi orang paling bego sedunia. Itu bikin gw tersiksa. Huuuu. Curhat abis…

* * * *

Kamis, 02 Juli 2009

PUNK NEVER DIE!


Kemunculan punk dipengaruhi sekelompok orang yang menamakan diri sebagai The Hippies. Tahun 1960 merupakan tahun bagi The Hippies populer yang tidak hanya dikenal berkat gerakan-gerakan protesnya menentang norma-norma seksual yang puritan, etika protestan, gerakan-gerakan mahasiswa menentang perang, anti senjata nuklir, anti masyarakat yang fasis, militeris, birokratis, tidak manusiawi dan tidak natural, tetapi juga mendunia lewat simbol-simbol yang dikenakannya.

****

Sepuluh tahun kemudian, gaya hippies yang pada awalnya tumbuh untuk menentang kemapanan ini mendapat serangan dari golongan The Skinheads. Sama halnya dengan kaum hippies, orang-orang skinheads juga menentang kemapanan meskipun dengan alasan yang berbeda. Pada awalnya skinheads adalah term atau istilah untuk menunjuk orang-orang yang botak dan gundul. Kemudian di Inggris pada tahun 1975 muncullah punk yang antikemampanan, kapitalis dan komersialisme. Sama seperti para pendahulunya, punkers juga menyatakan dirinya lewat dandanan pakaian dan rambut yang berbeda.

****

Craig O’Hra dalam The Philosophy of Punk (1999) mendefinisikan punk lebih luas, yaitu sebagai perlawanan “hebat” melalui musik underground, gaya hidup, komuniti dan kemudian menciptakan kebudayaan sendiri.

Punk lahir dari jalanan tempat orang-orang tertindas yang benci pada orang kaya, termasuk pada kemapanan. Orang-orang punk menyatakan dirinya sebagai golongan yang anti-fashion, dengan semangat dan etos kerja ‘semuanya dikerjakan sendiri’ (do-it-yourself) yang tinggi.

Punkers disatukan oleh musik. Musik punk beraliran keras, sama seperti jenis musik underground lainnya. Yang membedakan musik punk dengan jenis musik underground lainnya yaitu muatan yang terkandung dalam lirik musik tersebut. Lirik musik punk merupakan manifestasi kebencian para punkers pada kapitalisme, negara, kemapanan dan peperangan atau lebih pada kehidupan sosial.

****

Contoh lirik musik punk :
BANGSAT NEGARA *

Lenyapkan Semua bangsat dan negara
Hukumlah pengkhianat bangsa
Gugatlah semua bentuk penyelewengan
Hancurkanlah propaganda pemerintah

Bersihkan negara kita
Dari bangsat negara

SECOND FREEDOM *

“It’s start from a long time, since we has got our freedom. But why many people still suffer? This time we must change the system. And get your SECOND FREEDOM.”
In the past we got free
But people still suffer
Fuckin’ rules, fuckin’ system
They get poor cause of you

Give me back
Our freedom

* Lirik ditulis oleh personil band Second Freedom (band punk lokal Bandung yang sudah tidak aktif lagi)

****

Band musik dalam negeri beraliran punk di antaranya yaitu Teater Junior, Keparat, Jeruji dan Second Freedom. Sementara dari Inggris, band musik indie Sex Pistols dikenal sebagai pelopor aliran punk.

****

Ciri khas gaya punk yaitu celana jins sobek-sobek, peniti cantel (safety pins) yang dicantelkan atau dikenakan di telinga, pipi dan model rambut spike-top atau mohican. Model rambut spike-top atau model rambut yang dibentuk menyerupai paku-paku berduri adalah model rambut standar kaum punk. Sementara model rambut mohican atau biasa disebut dengan mohawk yaitu model rambut yang menggabungkan gaya spike-top dengan cukuran di bagian belakang dan samping untuk menghasilkan efek bentuk bulu-bulu yang tinggi atau sekumpulan kerucut, hanya dipakai oleh sedikit penganut punk. Kadang-kadang mereka mengecat rambutnya dengan warna-warna cerah seperti hijau menyala, pink, ungu, dan oranye. Menurut kaum punk, maksud dari dandanan seperti ini adalah menunjukkan kebencian punker kepada kaum kapital. Tindikan-tindikan di tubuh dan asesoris lain mengibaratkan mereka adalah anjing – dalam arti kaum yang termarginalkan.

Punk, dengan keberadaan para pengembannya yang biasa disebut sebagai punkers atau kaum punk menjadi sebuah pemikiran yang eksis di tengah-tengah masyarakat. Meskipun minoritas ide ini dapat dijadikan sebagai bahan kajian yang menarik, karena sejatinya dalam kehidupan sosial dikenal berbagai macam realitas pemikiran dan komunitas dalam masyarakat.

Meskipun penampilan kebanyakan punkers umumnya urakan dan cenderung menyeramkan, namun mereka memiliki hati yang baik dan sangat terbuka kepada siapapun yang ingin berdiskusi dengan mereka. Dalam wawancara penulis dengan Erwin dan Deni – keduanya mantan punkers, diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada keterbatasan bagi siapa saja yang ingin bergabung dalam komunitas punk. Para punkers yang masih ‘aktif’ pun mengemukakan hal yang sama, bahwa punk dengan pemahaman kebebasan dan kemerdekaannya, memberikan keleluasaan bagi siapa saja yang ingin menjadi bagian komunitas punk. Ocha, Wow dan Acil (punkers) mengatakan bahwa kedudukan para punkers adalah ‘duduk sama rendah, berdiri sama tinggi’. Senada dengan hal ini, Nicky (pengelola Toko Buku, Distributor dan Penerbit Ultimus di daerah Lengkong- Kota Bandung -- salah satu base camp punkers di kota Bandung) mengatakan bahwa tidak ada garis hierarki dalam komunitas punk.

****

Punk di mata Ocha adalah cara hidup. Begitu pun dalam penilaian Deni, Wow dan Acil. Sementara Erwin dan Nicky mengatakan bahwa memang terjadi perbedaan penafsiran mengenai makna punk di antara komunitas punk itu sendiri. Misalnya menurut Erwin, punk itu dimaknainya sebagai semangat untuk mengubah diri menjadi lebih baik dalam kacamata punk.

Menurut Nicky, perbedaan penafsiran yang terjadi di kalangan punkers merupakan hal yang wajar karena adanya perbedaan latar belakang, seperti tingkat pendidikan, pengetahuan dan pengalaman hidup. Tidak dapat dipungkiri bahwa pendidikan dapat mempengaruhi seseorang baik dalam pola pikir maupun pola sikap. Guna menjembatanai perbedaan yang terjadi, punkers biasanya mengadakan diskusi terbuka. Contohnya komunitas punk di kawasan Balai Kota Bandung biasanya mengadakan diskusi terbuka tentang ‘Neo-Liberalisme’ setiap minggunya. Forum ini diadakan setiap malam selasa sekitar jam tujuh malam dan terbuka untuk umum serta tidak dikenakan biaya. Semuanya difasilitasi oleh Ultimus sebagai bentuk solidaritas Ultimus terhadap komunitas-komunitas eksis yang membutuhkan sarana bagi pergerakan mereka, termasuk pada komunitas punk. Adapun tema yang diangkat dalam diskusi mereka adalah mengenai Neo-Liberalisme, secara konsep maupun fakta terbaru. Sementara pemikiran mereka dapat juga dibaca dalam salah satu newsletter yang mereka buat sendiri dan didistribusikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang diberinama ‘Jurnal Apo-Kalips’ yang terbit setiap dua bulan sekali.

****

Satu persamaan yang ada di kalangan punkers adalah penolakan mereka terhadap sistem. Pemikiran ini tertuang dalam konsep ‘ANARKI’. ‘ANARKI’ berasal dari kata ANARCHY yang merupakan akronim dari “A” yang berarti tidak dan “NARCHY” yang berarti negara. Berbeda dengan definisi yang dipahami masyarakat kebanyakan, kata ‘ANARKI’ mengandung pengertian bahwa kaum punk membenci keberadaan negara dan sistem. Definisi ini sama sekali tidak mengandung arti kekerasan, karena sejatinya kaum punk hanya melakukan aksi protes terhadap sistem yang ada melalui musik, gaya dan pemikiran.
.
Mengutip apa yang disampaikan Nicky, punk lahir sebagai bentuk dari ‘kontra kultur’. Ocha mengatakan bahwa punk merupakan apresiasi kebencian terhadap kapitalisme yang sudah memanfaatkan tenaga manusia dan terkesan pilih-pilih. Untuk menguatkan argumentasi ini, Ocha memberikan contoh buruh pabrik yang sudah mengeluarkan tenaga ekstra untuk produksi massal tetapi gaji yang diberikan hanya sebatas UMR yang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Atau kasus sistem kontrak yang dialami para buruh, padahal rata-rata buruh yang berasal dari golongan rendah sangat membutuhkan pekerjaan tetap untuk mencari nafkah. Kapitalisme juga telah menciptakan kemiskinan struktural. Banyak masyarakat korban penggusuran dan penyitaan rumah, terutama di Indonesia yang dapat dikategorikan sebagai negara berkembang (bahasa halus PBB dalam menilai negara msikin). Jumlah komunitas punk di Indonesia menduduki peringkat ketujuh dunia akibat sistem kapitalisme yang menciptakan pengangguran struktural.

Menurut Deni, punk lahir karena adanya kesenjangan antara kaum the have dengan orang-orang berpenghasilan pas-pasan. Makanya tidak heran jika banyak juga di antara punkers yang berasal dari keluarga kaya akhirnya meninggalkan kehidupan yang serba glamour dan memilih menjalani hidupnya bersama punkers lainnya di pinggiran jalan.

Menurut Wow dan Acil alasan ketergabungan seseorang dalam komunitas punk haruslah berlandaskan pada persamaan visi, yaitu membenci kapitalisme. Tidak peduli apa yang akan diwujudkan setiap individu punker dalam mengapresiasikan kebenciannya itu. Deni mengatakan bahwa dulu punkers seringkali menggunakan kekerasan sebagai wujud ketidaksenangan mereka terhadap sistem kapitalisme yang kian menyengsarakan masyarakat marginal. Namun, kini punkers sudah sedikit lebih progressif karena sudah bisa mengapresiasikan kebencian mereka melalui pembentukan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), klub baca, komunitas anti literasi, sekolah alternatif dan jauh lebih toleran. Hal ini memang terbukti karena penulis merasakan nuansa keterbukaan di antara punkers untuk berdiskusi meskipun ego dari masing-masing pihak masih sedikit terasa.

****

Perhatian punkers terhadap lingkungan sekitarnya membuktikan bahwa eksistensi mereka bukanlah sekedar pada gaya dan musik. Aliran musik keras tidak selalu mengindikasikan ketertutupan. Justru mereka sepakat dan sangat terbuka jika ada pihak-pihak yang ingin bertukar pandangan mengenai permasalahan yang terjadi dalam masyarakat. Misalnya dalam wawancara dengan Wow dan Acil, mereka menanyakan pendapat penulis dan rekan tentang RUU APP.

Ide khas punk adalah kebebasan berkarya tanpa rasa takut adanya ancaman dari luar, seperti cap sampah yang dilontarkan masyarakat pada umumnya. Punk meyakini prinsip DIY (do-it-yourself), artinya ‘bagaimana kita memahami dan menentukan hidup kita sendiri’ (motto jurnal Apo-Kalips). Maknanya adalah punkers sejati hidup dari dan untuk komunitasnya. Misalnya dalam kehidupan berekonomi, punkers pada umumnya membuat band yang mandiri. Band-band ini mengawali karirnya dengan modal sendiri, misalnya dengan jalanan ‘urunan’ dari orang-orang yang mau bergabung. Ocha mencontohkan, bagi dirinya yang berprofesi sebagai pengamen cara mengumpulkan uangnya dengan mengamen setiap hari. Setelah terkumpul, uang itu digunakan untuk membuat rekaman sendiri atau dikenal dengan istilah indie labels. Tidak seperti major lebels (jenis rekaman pada umumnya), indie labels tidak terlalu komersil. Adapun penyebaran kasetnya didistribusikan secara konvensional, menggunakan efek ketok tular atau promosi dari mulut ke mulut, dititipkan ke distro atau ‘lapakan’ dengan pembayaran menggunakan uang maupun sistem barter. Contoh band seperti ini yang berhasil bertahan dengan sistem seperti ini adalah Sex Pistol (band punk asal Inggris).

****

Mengamati keterpurukan masyarakat terutama masyarakat marginal, punkers melihatnya sebagai buah dari sistem kapitalis. Mereka mengatakan untuk melawannya tentulah dengan sistem pula, dan mereka menawarkan konsep punk yang merdeka. Namun dari hasil wawancara, justru tidak nampak dari mereka keyakinan bahwa kesalahan kapitalisme adalah dari pemikirannya. Mereka mengatakan handphone dan kamera digital adalah salah satu dari produk kapitalis dan oleh karenanya harus dimininalisir penggunaannya. Walau begitu mereka menyatakan konsep yang ditawarkan punk dalam melawan kapitalis yaitu dengan membangun sebuah sistem tandingan ternyata tidak dapat diaplikasikan. Manusia tetap tidak bisa lepas dari produk-produk teknologi canggih hasil dari peradaban kapitalisme. Pendapat ini akhirnya membiaskan makna sebenarnya kebencian kaum punk terhadap sistem.

Tentang negara, kaum punk sudah muak pada status quo sistem yang dianut oleh negara ini, begitu juga pada bentuk negara apapun yang mengekang kebebasan manusia dalam berekspresi. Selain mewujudkan kebencian mereka terhadap kondisi status quo dalam bentuk gaya dan musik, sebagian dari mereka ada yang mengapresiasikannya dalam bentuk keikutsertaan demonstasi ke jalan menuntut persamaan hak dan membela kaum lemah, seperti pada kasus pencabutan dwifungsi ABRI bersama orang-orang dari komunitas Teater Buruh Indonesia Jakarta.

Aktivitas rutin punkers adalah kumpul bersama dan dalam selang beberapa waktu biasanya mereka mengadakan event-event tertentu, seperti konser musik (ginx) dan diskusi bersama. Punkers yang berasal dari kalangan ekonomi lemah biasanya disupport oleh punkers lain yang latar belakang keluarganya berasal dari golongan orang kaya. Mereka mengiringi kegiatan kumpul bersama selain dengan saling sharing, juga dengan drinking – sisi negatif dari punk. Namun dengan kondisi seperti itu mereka masih berusaha untuk bisa tampil lebih sopan pada orang luar. Wow dan Acil contohnya, mereka memberikan perhatian yang lebih pada kami untuk terus melanjutkan wawancara di antara teman-temannya yang asyik ‘minum’ bersama.

Mengenai konser musik, mereka punya agenda tersendiri. Tujuannya beranekaragam. Ada yang untuk mencari benefit, maupun sebatas kegiatan kumpul-kumpul. Untuk menunjang keberhasilan acara ini, mereka mengadakan rapat rutin setiap minggunya untuk membahas konsep acaranya. Sementara tentang dana, mereka mengusahakan sendiri dengan menciptakan produk baru untuk dijual ke kalangan mereka sendiri (konsep DIY), baik berupa kaos, CD, kaset, pin maupun asesoris lainnya, sehingga keuntungannya dapat digunakan sebagai modal mengadakan konser musik.

****

Di luar aktivitas kumpul-kumpul yang rutin diadakan oleh para punkers, mereka juga memiliki kehidupan pribadi masing-masing, sama seperti kehidupan masyarakat pada umumnya. Para punkers yang berasal dari keluarga berada umumnya meneruskan pendidikan sampai ke jenjang sarjana, karena pendidikan bagi mereka dianggap sebagai modal yang bernilai sangat penting. Sebagian dari mereka mencari mata pencaharian dengan membuka distro yang kebanyakan menjual hasil kreasi anak-anak punk. Sementara sisanya, punkers yang berasal dari keluarga yang kurang mampu kebanyakan memutuskan untuk menjadi pengamen guna membiayai keperluan hidup mereka. Meskipun punkers yang berprofesi sebagai pengamen ini rata-rata berpenghasilan rendah, namun mereka mempunyai tempat tinggal yang layak huni, umumnya menyewa kamar kontrakan atau kamar kost.

Tulisan ini disusun ulang bersumber dari penulisan terdahulu pada kesempatan mengikuti LKTM UPI-Bandung. Hasil observasi dan wawancara yang digunakan dalam tulisan ini merupakan dokumentasi observasi dan wawancara yang dilakukan penulis pada bulan Maret s.d April 2006.

* * * *

Senin, 22 Juni 2009

KEBERUNTUNGAN DAN LOCUS OF CONTROL


Apa itu keberuntungan? Seorang fresh graduate dari sebuah kampus yang cenderung dikenal sebagai kampus berorientasi pendidikan mengikuti seleksi beasiswa pasca sarjana PTN tersohor di negeri ini. Program ini merupakan kerjasama antara PTN tersebut dengan salah satu media televisi swasta nasional. Proses seleksi dilakukan secara ketat. Saingannya pun berasal dari kampus-kampus ternama di seluruh wilayah Indonesia. Siapa yang menyangka kalau akhirnya dia berhasil merebut gelar sang juara? Apa hal seperti ini bisa disebut sebagai keberuntungan?

****

Paul Hanna dalam buku You Can Do It! mengatakan bahwa setiap orang menciptakan keberuntungannya sendiri, yaitu dengan menempatkan diri sendiri pada waktu dan tempat yang tepat. Menurut motivator handal dari Australia tersebut ketika seseorang memfokuskan semua tenaga dan pikirannya untuk mencapai sebuah tujuan, kesempatan akan mulai tampak, bahkan akan membentuk sebuah antrian. Keberuntungan sebenarnya adalah titik temu antara kesempatan dan persiapan.

Locus of Control akan menjelaskan hal ini. Locus adalah istilah latin untuk posisi, sementara Control berasal dari bahasa Inggris yang berarti kendali. Locus of Control bisa diartikan sebagai posisi kendali dalam hidup kita. Saat mengendarai motor kita berupaya tidak terlalu peduli pada hambatan dan rintangan yang mungkin ada di depan jalan yang akan kita lalui. Begitu pula halnya dalam kehidupan. Ketika kita berpikir bahwa Locus of Control kehidupan kita ada di dalam diri kita sendiri, akan muncul kekuatan untuk menjadi yakin bahwa kita berhak untuk sukses, betapapun sulit cobaan menghadang.

****

Dan kemudian yang kita butuhkan adalah komitmen. Hal ini akan mengundang berbagai macam kesulitan, bahkan mungkin kegagalan. Ini sudah menjadi hukum alam. Setiap kesuksesan dibayar dengan perjuangan, pengorbanan, proses pembelajaran tanpa henti. No Pain, No Gain…

Saat persiapan dari dalam diri kita sudah matang dan waktunya memang sudah tepat, kesempatan-kesempatan yang kita nantikan selama ini pun akan bermunculan dengan sendirinya. Pertemuan antara persiapan dan kesempatan itulah yang dinamakan keberuntungan.

* * * *